Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Panduan Dropship

Laporkan Penyalahgunaan

Kontributor

Memahami Teknik Pembuatan Garam Rakyat dengan Tehnologi Geomembran

Permasalahan yang ada pada produksi garam rakyat saat ini  adalah kurangnya kualitas dan kuantitas  terhadap kebutuhan garam nasional seirin...

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Header Ads

Cloud Hosting Indonesia

Mahir Website

Easy import From China

The Power Of Wanita Idaman

Featured

Seni Menjadi Pedagang Online

A. Memilih Benih

Benih yang siap tebar merupakan benih yg ukuran tiga-lima cm dan lima-8 cm, benih ditebarkan menggunakan kepadatan per m2 bervariasi tergantung jenis biota yang akan dipelihara. Agar output berdasarkan aktivitas pembesaran memuaskan maka benih yang dipilih adalah benih yang unggul.

Ciri-karakteristik benih yang baik yaitu :

1. Mempunyai ukuran yg seragam

dua. Sehat & tidak cacat atau luka

tiga. Bergerak aktif dan lincah

Cara menguji respon benih yg sehat yaitu:

1. Alirkan  air  ke  wadah  pemeliharaan  atau  penampungan kemudian amati, benih yang sehat akan bergerak melawan arus

2. Saat pemberian pakan benih yang sehat akan responsive yaitu dengan menghampiri pakan menggunakan cepat saat pakan diberikan

tiga. Benih yg sehat akan menyebar atau menjauhi asal gangguan bila ada gangguan

Tabel 1. Kriteria Benih lele yang baik menurut SNI: 01-6484.2-

2000

Kriteria

Satuan

Pendederan

I

Pendederan

II

Pendederan

III

Pendederan

IV

Lama pemeliharaan

Hari

20

40

lima4

7lima

Panjang Total

Cm

0,7lima-1

1-3

tiga-lima

lima-8

Bobot Minimal

Gram

1

2,lima

lima

10

Keseragaman

Ukuran

%

>7lima

>7lima

>7lima

>7lima

Keseragaman

Warna

%

100

>90

>90

>90

B. Aklimatisasi

Sebelum benih ditebar ke pada kolam maka perlu dilakukan aklimatisasi terlebih dahulu. Tujuannya yaitu buat menyesuaikan suhu dalam kantong dengan suhu kolam pemeliharaan supaya benih ikan yang ditebar nir stress karena terjadi disparitas suhu yang mendadak. Proses aklimatisasi suhu adalah menjadi berikut:

1. Meletakkan kantong packing yg berisi benih ke dalam kolam tempat benih akan ditebar.

2. Biarkan  kantong  packing  mengapung  di  permukaan  air selama 10-1lima menit atau sampai kantong berembun.

Tiga. Jika kantong telah berembun itu adalah tanda bahwa suhu kantong dan suhu kolam relatif sama & tutup kantong dapat dibuka.

C.  Penebaran Benih

Penebaran benih dilakukan ketika suhu air rendah kolam masih rendah yaitu dalam pagi hari antara pukul 06.00 ? 07.00 atau pada sore hari pada atas pukul 16.00. Tujuannya supaya benih

nir stres akibat suhu tinggi. Benih yang ditebar terlalu siang bisa menjadi stres dampak kepanasan. Berikut merupakan cara benebaran benih;

1. Membuka   tutup   kantong   packing   benih   yang   sudah berembun

2. menggulung  kantong  plastik  packing  sampai  mendekati permukaan air kantong

3. Percikkan air kolam sedikit demi sedikit ke pada kantong menggunakan memakai tangan

4. Miringkan   kantong   packing   sampai   sebagian   kantong tenggelam

lima. Biarkan benih keluar dengan sendirinya. Setelah terlihat benih       berani   berenang   keluar   kantong   sendiri      itu merupakan tanda bahwa kondisi air pada kantong sudah relative sama dengan air pada kolam.

Pada awal pemeliharaan, ketinggian air dipertahankan minimal 70 cm, dan bila masa pemeliharaan telah telah mencapai dua bulan ketinggian air dinaikan, sehingga menjelang pemeliharaan empat bulan ketinggian diusahakan mencapai 1,lima m.

Khusus penebaran benih di KJA benih di tebar pada dalam hapa buat memudahkan pengontrolan dan pada biasanya mata jaring KJA berukuran akbar sehingga jika langsung dilepas maka ikan akan lolos menurut jaring.

Tabel 2. Standar penebaran ikan lele

Padat

Tebar

Satuan

P I

P II

P III

P  IV

PB 1

PB 2

Lele

ekor/m2

100

lima0

2lima

20

10-1lima

tiga-lima

Ukuran minimum

cm

0,7lima-1

1-3

tiga-lima

lima-8

10-1lima

100-1lima0

Cara mengukur  panjang  total  ikan  menurut SNI: 01-

6484.4-2000 yaitu dengan membentangkan tubuh ikan kemudian ukur ikan mulai menurut ujung verbal sampai ujung ekor menggunakan jangka sorong atau penggaris yg dinyatakan pada satua centimater atau millimeter.

SUMBER:

http//pusdik.Kkp.Go.Id

PusdikKP, 2012. Modul Teaching Factory "Pembesaran Ikan Air Tawar". Pusat Pendidikan Kelautan & Perikanan, Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: