Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Panduan Dropship

Laporkan Penyalahgunaan

Kontributor

Memahami Teknik Pembuatan Garam Rakyat dengan Tehnologi Geomembran

Permasalahan yang ada pada produksi garam rakyat saat ini  adalah kurangnya kualitas dan kuantitas  terhadap kebutuhan garam nasional seirin...

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Header Ads

Cloud Hosting Indonesia

Mahir Website

Easy import From China

The Power Of Wanita Idaman

Featured

Seni Menjadi Pedagang Online

Aspek yang perlu diperhatikan dalam bisnis pembesaran ikan kerapu pada Karamba Jaring Apung antara lain : ketersediaan peralatan kerja lapangan, kualitas benih sebar, teknik penebaran, padat penebaran, jenis pakan dan teknik pemberian pakan, monitoring pertumbuhan, pergantian jaring, pengamaan kesehatan ikan & pengukuran kualitas air media pemeliharaan.

1.    Pelaratan Kerja

Beberapa peralatan yang perlu dipersiapkan antara lain : peralatan lapangan misalnya gunting, serok/scoop net, selang batu aerasi, aerator (compressor), ember, wadah pakan, cool box (freezer), bahtera motor, peralatan sampling, timbangan, penggaris, ATK, & alat ukur kualitas air : suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH & sebagainya.

2.    Kualitas benih sebar

a.  Benih ikan kerapu Tikus

Benih yg digunakan dalam pembesaran pada Karamba Jaring Apung bisa dari berdasarkan tangkapan alam, maupun menurut output pembenihan. Kelemahan benih dari hasil tangkapan umumnya ukuran kurang sergam. Beberapa criteria benih sebar Kerapu Tikus yg dipakai dalam pembesaran antara lain :

-     Ukuran 50-70 gr dengan panjang badan 15-17 cm atau telah dipelihara 6 bulan dari lepas pembenihan (7-9 cm).

-     Warna tubuh : abu-abu kecoklatan, cerah

-     Bentuk tubuh : anggota organ tubuh lengkap, tidak cacat dan tidak Nampak kelainan bentuk, sehat serta bebas penyakit.

-     Gerakan / perilaku : responsif, bergerombol, respon terhadap pakan aktif, sangat responsif.

Gambar 1. Benih ikan kerapu tikus

b.  Benih Ikan Kerapu Macan

Kriteria yang wajib diperhatikan :

-         Ukuran 50-70 gr dengan panjang badan 15-17 cm atau telah dipelihara 3 bulan dari lepas pembenihan (5-7 cm).

-         Warna dan bentuk tubuh : kecoklatan, cerah, tidak bengkok, sirip lengkap

-         Kesehatan : anggota tubuh lengkap, tidak cacat dan tidak menampakan kelainan bentuk tubuh, sehat serta bebas penyakit.

-         Gerakan / perilaku : responsif, bergerombol, respon terhadap pakan aktif, sangat responsif.

Gambar dua. Benih kerapu Macam

3.    Teknik Penebaran Benih

Dalam melakukan penebaran benih, perlu diperhatikan hal-hal menjadi berikut :

-         Waktu tebar

Penebaran usahakan dilakukan pada pagi hari atau sore hari

-         Aklimatisasi/penyesuaian diri

Aklimatisasi perlu dilakukan lantaran berkaitan dengan adanya perbedaan kodnsisi air seperti suhu dan salinitas. Untuk benih yang dari dari lokasi yg jauh & pengepakannya memakai kantong plstik, cara/proses aklimatisasi dilakukan secara perlahan-huma. Setelah kantong plastic dibuka, kedalam kantong ditambahkan air laut dari karamba sedikit demi sedikit. Jika perbedaan salinitas sekita 1-2 permil, ikan dapat segera ditebar. Sedangkan buat pengangkutan benih menurut lokasi pembenihan yg dekat menggunakan menambahkan air bahari di karamba kedalam ember, lalu ember dimiringkan perlahan ke dalam jaring, sebagai akibatnya perbedaan salinitas lebih kurang 1-dua permil, ikan dibiarkan keluar menggunakan sendirinya.

Gambar tiga. Penebaran benih

4.    Padat penebaran

Padat penebaran yg diukur dengan satuan ekor/satuan volume, perlu diperhatikan karena berkaitan menggunakan berapa output optimum yg bisa diperoleh dnegan padat penebaran tertentu.

Besarnya padat penebaran yang bisa dipakai tertera pada tabel :

No

Kegiatan

Jenis ikan

Kerapu tikus

Kerapu macan

1.

2.

3.

Padat penebaran ekor/m3:

- Tanpa jaring bertiingkat

- Dengan jaring bertingkat

Lama pemeliharaan (bulan)

Sintasan produksi (%)

20 - 25

35 - 40

11 -  13

95

20 ? 25

35 ? 40

5 ? 6

95

5.    Jenis Pakan

Pemilihan jenis pakan buat embesaran ikan Kerapu wajib didasarkan dalam kemauan ikan buat memangsa pakan yang diberikan, kualitas, nutrisi & nilai hemat/harga. Umumnya jenis pakan, berupa ikan rucah segar (ikan-ikan non ekonomis krusial), nisbi lebih murah harganya terutama pada musimnya, lebih disukai sang ikan dan nilai gizi umumnya telah mencukupi untuk ikan-ikan budidaya. Jenis pakan yang bisa diberikan merupakan pellet, buat mengubah pakan rucah.

Keuntungan pakan pellet antara lain :

-         Mudah dalam penyimpanan, dengan memperhatikan masa kadaluarsa, dan tidak memerluakn freezer,

-         Ketersediaan pakan buatan tidak bergantng persediaan dari alam,

-         Dapat diatur formulasi pakan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan ikan peliharaan.

6.  Teknik Pemberian Pakan

*      Rasio Pemberian Pakan

Untuk jenis kerapu rasio pemberian pakan  berkisar 5-7,5 % untuk jenis pakan I kan rucah, sedangkan untuk jenis pakan pellet, rasio pemberian pakan berkisar 1,5-3% per hari.

*      Frekuensi & ketika pemberian pakan

Frekuensi hadiah pakan dan waktu pemberiannya harus sempurna agar membuat pertumbuhan yg baik dan pakan bisa efisien. Hal ini berhubungan dengan kecepatan pencernaan dan pemakaian tenaga. Untuk pembesaran Kerapu di KJA sebaiknya diberikan 2 kali sehari yakni pada pagi & sore hari.

*      Penambahan multivitamin Pada ransum ikan

Pada ikan kerapu penambahan multivitamin dapat menambah kekebalan tubuh, ikan dapat tumbuh secara normal, mencegah terjadinya lodosis dan scoliosis atau tumbuh bengkok lantaran perkembangan tulang belakang yang nir sempurna, bisa mempertinggi sintasan ikan, atau berperan pada menurunkan angka kematian. Penambahan multivitamin pula berpengaruh terhadap kinerja ikan, warna tubuh ikan terlihat lebih cerah & lebih militan.

Dosis pemberian multivitamin bervariasi & bisa dilihat pada petunjuk penggunaanya. Kisaran takaran merupakan dua-5 gr/kg pakan per minggu. Vitamin C dapat dibubuhi buat melengkapi multivitamin. Vitamin merupakan tergolong yg larut pada air, & gampang rusak sehingga disarankan anugerah vitamin C dalam ransum pakan dilakukan sesaat sebelum pemberian pakan, dengan menambahkan binder, misalnya putih telur. Dosis vitamin C yangdigunakan adalag dua gram/kg pakan dan diberikan dua kali per minggu.

Gambar 4. Pemberian Pakan

7.  Monitoring pertumbuhan

Kegiatan yg dilakukan merupakan : sampling buat mengukur berat dan panjang total ikan, menentukan pertambahan takaran pakan & pencatatan kematian ikan. Sampling ikan dilakukan minimal sebulan sekali menggunakan mengambil ikan secara acak 10% berdasarkan populasi atau minimal 30 ekor ikan, ikan diukur berat per ekor & panjang totalnya.

Bila ada ikan yg mangkat dicatat, hal ini dimaksudkan buat memperoleh nilai sintasan ikan selama pemeliharaan.

Laju pertumbuhan umumnya dinyatakan dalam % Berat total tubuh (BW)/hari, dan dipengaruhi sang jeniss pakan, jumlah yg diberikan dan mutu pakan. Hasil kajian di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung, laju pertumbuhan Kerapu tikus merupakan : 1 ? 1,3% BW/hari dan kerapu macan 1,5 ? 2% BW/hari.

8.  Pergantian jaring

Pergantian jaring dilakukan minimal tiga minggu sekali, atau diadaptasi dngan syarat perairan setempat. Pergantian jaring dilakukan dengan maksud buat menjaga sirkulasi air & menjaga resiko terkena penyakit. Jaring yg kotor usahakan dijemur untuk lalu disemprot & dibersihkan agar dapat dipakai pulang.

Gambar 5. Pergantian Jaring

9.  Pengamatan Kesehatan Ikan dan pengukuran kualitas air media

·      Pengataman Kesehatan Ikan

Pengamatan secara visual & organoleptik dilakukan buat pemeliharaan ektoparasit dan morfologi ikan. Seangkan pengamatan secara mikroskopik dapat dilakukan di laboratorium, buat pemeriksaan jasad pathogen (endo parasit, fungi, bakteri & virus)

·      Pengamatan Kualitas Air Media

Cara pengukuran kualitas air (suhu, salinitas, pH, Oksigen terlarut, phospat, amoniak, dll), dilakukan dengan memakai peralatan :

Parameter

Alat

Thermometer

Refraktometer

Ph meter

Kertas lakmus

DO meter

Test kid

Suhu

Salinitas

pH

pH

oksigen teralrut

phospat, amoniak

Frekuensi pengukuran di lakukan minimum 2 kali seminggu.

SUMBER:

http//supmladong.Kkp.Go.Id

Mulyadi A., 2014. Diktat Pembesaran Ikan Kerapu pada Karamba Jaring Apung. Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ladong, Pusat Pendidikan Kelautan & Perikanan, Aceh.

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: