Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Panduan Dropship

Laporkan Penyalahgunaan

Kontributor

Memahami Teknik Pembuatan Garam Rakyat dengan Tehnologi Geomembran

Permasalahan yang ada pada produksi garam rakyat saat ini  adalah kurangnya kualitas dan kuantitas  terhadap kebutuhan garam nasional seirin...

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Header Ads

Cloud Hosting Indonesia

Mahir Website

Easy import From China

The Power Of Wanita Idaman

Featured

Seni Menjadi Pedagang Online

Budidaya ikan laut di Indonesia telah mangalami perkembangan yang sangat pesat akhir-akhir ini. Upaya peningkatan sumber devisa Negara dari sector perikanan adalah dengan pengembangan perikanan yang berbasis kerakyatan. Salah satu upaya pemanfaatan lahan perairan Indonesia yang luas tersebut adalah melalui pengembangan usaha budidaya ikan Kerapu di karamba jaring apung (KJA).  Komoditas kerapu yang sudah berkembang di Indonesia ada dua spesies yaitu kerapu macan  atau Tiger Grouper (Epenephellus fuscogutatus) dan Kerapu Tikus atau Humpback Grouper (Cromileptes altivelis).

Penguasaan teknologi yg menyeluruh mengenai budidaya kerapu di KJA merupakan kunci berdasarkan keberhasilan usaha itu sendiri. Penguasaan ini meliputi pengetahuan internal ikan kerapu yg dipelihara dan beberapa faktor eksternal misalnya teknik budidaya, pakan, dan hama dan penyakit ikan. Disamping itu pengetahuan tentang lokasi budidaya, penentuan sarana dan prasarana.

Teknik budidaya ikan Kerapu Macan dan Kerapu tikus di KJA relative sederhana dan sama yaitu mencakup pendederan, penggelondongan dan pembesaran. Ketiga tahapan ini dibedakan berdasarkan berukuran awal tebar dan berukuran akhir ikan dipanen. Fase pendederan memiliki berukuran awal tebar benih hari ke-40 s/d 60 (D-40 ? D-60) dan dipanen dalam berukuran 25-30 gr/ekor utnuk selanjutnya dijadikan berukuran awal fase penggelondongan. Fase penggelondongan dipanen pada ukuran 75-100 gr/ekor, buat dijadikan awal fase pembesaran yang berakhir pada berukuran konsumsi yaitu antara 400-600 gr/ekor.

Pakan merupakan faktor eksternal penting dalam budidaya ikan, sebab pakan merupakan satu-satunya  masukan gizi dan energy dari luar untuk menunjang pertumbuhannya. Pemberian pakan dengan kualitas dan kuantitas yang baik dapat mengoptimalkan usaha budidaya ikan kerapu di KJA.

Pemantauan kualitas perairan yang kontinyu merupakan faktor eksternal lain yang menentukan keberhasilan budidaya. Hama dan penyakit diketahui  sering menjadi penyebab utama kegagalan.. pencegahan merupakan alternatif terbaik dibandingkan pengobatan.

Teknik panen & metode transportasi memegang peranan penting pada kelancaran bisnis budidaya ikan. Seperti diketahui bahwa ikan kerapu adalah komoditas ekspor yg mempunyai nilai jual lebih apabila dipasarkan pada keadaan hidup.

Aspek-aspek npendukung budidaya pada atas akan sebagai sia-sia bula bisnis budidaya membuat nilai akhir yg negative pada ekonomi. Oleh karenanya, perhitungan, perhitungan yg matang & terpola atas komponen-komponen primer maupun pendukung yang perlu dilalakukan.

SUMBER:

http//supmladong.Kkp.Go.Id

Mulyadi A., 2014. Diktat Pembesaran Ikan Kerapu pada Karamba Jaring Apung. Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ladong, Pusat Pendidikan Kelautan & Perikanan, Aceh.

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: