Loading Website
Diberdayakan oleh Blogger.

Panduan Dropship

Laporkan Penyalahgunaan

Kontributor

Memahami Teknik Pembuatan Garam Rakyat dengan Tehnologi Geomembran

Permasalahan yang ada pada produksi garam rakyat saat ini  adalah kurangnya kualitas dan kuantitas  terhadap kebutuhan garam nasional seirin...

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Header Ads

Cloud Hosting Indonesia

Mahir Website

Easy import From China

The Power Of Wanita Idaman

Featured

Seni Menjadi Pedagang Online

Tak perlu dibahas ikan koki seperti apa. Hampir semua orang sudah mengenalnya, termasuk jenis-jenisnya. Karena ikan ini banyak dijual di toko-toko ikan hias dan juga penjual ikan hias di pinggiran jalan, bahkan penjual asongan. Yang perlu diketahui adalah budidayanya. Karena tidak semua orang tahu, terutama pembenihannya.

Beda jantan dan betina

Jantan dan betina ikan koki bisa dibedakan dengan melihat tanda-indikasi dalam tubuhnya. Jantan dicirikan menggunakan tubuh lebih langsing berdasarkan betina & mempunyai sirip dada yang kasar pada bagian belakangnya, menggunakan bentuk seperti gundukan pasir. Jantan yg matang kelamin akan keluar cairan berwarna putih susu, jika dipijit ke arah lubang kelamin.

Sedangkan betina bertubuh lebih gendut & mempunyai sirip dada yang halus di bagian belakangnya. Kemudian betina yg sudah bertelur dan matang gonad perutnya terasa lembek, jika diraba, tidak sama sekali dengan betina yang belum matang gonad. Induk jantan dan betina wajib sudah berumur 6 bulan.

Pematangan gonad

Pematangan gonad dilakukan di akuarium. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 centimeter dan tinggi 40 centimeter; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 ? 30 cm; hidupkan dua titik aerasi & biarkan hidup selama pematangan gonad; masukan 10 ekor induk; beri pakan berupa pelet mini atau cacing darah secukupnya (jika telur ingin cantik ditambah jentik nyamuk). Jantan & betina dipelihara terpisah.

Pematangan gonad bisa pula dilakukan di bak semen. Caranya, siapkan sebuah bak semen berukuran panjang 2 m, lebar 1 m & tinggi 50 centimeter; keringkan selama tiga hari; isi air dengan tinggi 20 ? 30 cm; hidupkan 4 titik aerasi; masukan 40 ? 50 ekor induk; beri pakan berupa pelet mini atau cacing darah secukupnya (bila telur ingin cantik ditambah dengan jentik nyamuk). Jantan dan betina dipelihara terpisah.

Pematangan gonad mampu juga dilakukan pada bak fibreglass. Caranya, Caranya, siapkan sebuah bak fibreglass ukuran panjang 1 m, lebar 1 m dan tinggi 50 cm; keringkan selama 3 hari; isi air dengan tinggi 20 ? 30 cm dan biarkan mengalir selama pematangan gonad; masukan 20 ? 25 ekor induk; beri pakan berupa pelet kecil atau cacing darah secukupnya (jika telur ingin cantik ditambah dengan jentik nyamuk). Jantan & betina dipelihara terpisah.

Pemijahan

Pemijahan dilakukan di akuarium. Caranya, siapkan akuarium berukuran panjang 60 centimeter, lebar 40 centimeter dan tinggi 40 centimeter; keringkan selama 2 hari; isi air dengan tinggi 20 ? 30 cm; hidupkan dua titik aerasi dan biarkan hidup selama pemijahan; masukan sebuah indera penempel telur berupa ijuk (kakaban mini ) atau tiga rumpun eceng gondok; masukan 1 ekor induk betina; masukan dua ekor induk jantan; abaikan memijah. Pemijahan biasanya terjadi pada tengah malam hingga pagi hari.

Pemijahan mampu pula dilakukan di bak fibreglass. Caranya, siapkan sebuah fibreglass ukuran panjang 1 m, lebar 1 m & tinggi 50 cm; keringkan selama 3 hari; isi air setinggi 20 ? 30 centimeter; hidupkan 4 titik aerasi & abaikan hidup selama pemijahan; pasang hapa halus dengan berukuran yang sama menggunakan fibreglass; masukan ijuk atau 2 butir kakaban kecil; masukan lima ekor induk betina; masukan jua 10 ekor induk jantan; abaikan memijah menggunakan sendirinya. Pemijahan ini pula umumnya terjadi dalam tengah malam hingga pagi hari.

Penetasan & pendederan I

Penetasan dilakukan di akuarium pemijahan. Caranya, tangkap induk jantan yg telah memijah dan masukan balik ke loka pematangan gonad; tangkap juga induk betina yg sudah memijah dan masukan balik ke loka pematangan gonad; periksa aerasi dan biarkan hayati selama penetasan; abaikan menetas. Penetasan berlangsung selama dua ? Tiga hari. Setelah menetas, kakaban atau flora air diangkat.

Pada budidaya ikan koki, penetasan umumnya dilanjutkan menggunakan pendederan I, menggunakan perlakuan pemberian pakan. Dua hari sesudah menetas atau ketika larva mulai berenang diberi pakan berupa emulsi kuning telur yg sudah direbus (1/4 bagian) sampai umur 9 hari (kuning telur rebus yang disaring dengan kain halus). Setelah umur 10 hari diberi pakan berupa cacing rambut atau dapnia yg sudah disaring. Panen dilakukan selesainya satu bulan.

Penetasan sanggup dilakukan di bak fibreglass pemijahan. Caranya, tangkap induk jantan yang sudah memijah & masukan balik ke tempat pematangan gonad; tangkap jua induk betina yang sudah memijah dan masukan kembali ke tempat pematangan gonad; periksa aerasi & biarkan hayati selama penetasan; abaikan menetas. Penetasan berlangsung selama 2 ? 3 hari. Pada penetasan pada fibreglass juga dilanjutkan menggunakan pendederan I, dengan perlakuan yg sama.

Pendederan II

Pendederan II dilakukan pada akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 centimeter & tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air dengan tinggi 20 ? 30 centimeter; hidupkan dua titik aerasi dan abaikan hayati selama pendederan; masukan 50 ekor benih koki yg asal menurut pendederan I dan telah diseleksi; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing darah atau dapnia yg telah disaring sinkron dengan kebutuhan; panen sehabis satu bulan; seleksi ukurannya.

Pendederan III

Pendederan III dilakukan di akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium berukuran panjang 60 cm, lebar 40 centimeter dan tinggi 40 centimeter; keringkan selama dua hari; isi air setinggi 20 ? 30 centimeter; hidupkan 2 titik aerasi dan abaikan hidup selama pendederan; masukan 30 ekor benih koki yg berasal berdasarkan pendederan II & telah diseleksi; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing darah atau dapnia yg sudah disaring sinkron dengan kebutuhan; panen selesainya satu bulan; seleksi ukurannya.

Pembesaran

Pendederan III dilakukan di akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium berukuran panjang 60 centimeter, lebar 40 centimeter dan tinggi 40 cm; keringkan selama dua hari; isi air setinggi 20 ? 30 cm; hidupkan dua titik aerasi & biarkan hidup selama pendederan; masukan 20 ekor benih koki yg dari menurut pendederan III dan telah diseleksi; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing darah atau dapnia yg sudah disaring sinkron menggunakan kebutuhan; panen setelah dua bulan; seleksi ukurannya. Ikan koki hasil dari pembesaran ukuran 5 ? 7 centimeter & telah bisa dijual.

SUMBER:

http://bdp-unhalu.Blogspot.Com

http://agusrochdianto.Wordpress.Com

http://ebookbrowsee.net

Checking your browser before accessing

This process is automatic. Your browser will redirect to your requested content shortly.

Please allow up to 5 seconds…

DDoS protection by Cloudflare
Ray ID: